Daging kambing

Standard

FITNAH KEJI THD “KAMBING HITAM” – BLACK OPPINION
Bagi mereka yang divonis hipertensi sangat ngeri ketika ada yang menyebut daging kambing. Akibat derasnya isu efek samping daging kambing membuat banyak orang pun berfikir ulang kali untuk menyantapnya. Benarkah sedemikian menakutkan efek daging kambing? Ternyata sampai sekarang belum ada studi atau penelitian yang akurat tentang efek samping daging kambing.
Sebaliknya berdasarkan petunjuk Al Quran dan Hadits, daging kambing merupakan salah satu makanan terbaik yang disediakan Allah ta’ala untuk hamba-Nya dengan khasiat unggulan untuk merawat kesehatan juga pengobatan serta sebagai bahan baku utama pembentukan sel darah merah.
Bahkan mereka yang melazimkan mengkonsumsi daging kambing akan terpengaruhi kecerdasannya menjadi lebih baik, termasuk moralnya. Karena kambing termasuk binatang yang paling baik perilakunya dibanding fauna lainnya.
Lantas siapa sebenarnya yang giat menyebar “teror” dan menghalangi kaum muslim menyantap daging kambing dengan segala kebaikan dan keutamannya? Pendeknya, kambing yang banyak memberikan kebaikan telah difitnah secara keji oleh pihak-pihak yang anti kebenaran dan kebaikan.
Bukankah para Nabi dan Rasul hampir semuanya penggembala kambing, daging dan susunya merupakan makanan dan minuman favorit mereka. Bila kambing lekat dengan kehidupan para nabi dan rosul, bisa dipastikan bahwa kambing merupakan binatang terbaik terutama dagingnya. Belum lagi banyak syariat, seperti qurban, aqiqah yang menjadikan kambing sebagai binatang yang disunnahkan.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Abu Darda, Rasulullah SAW bersabda: “Rajanya makanan penduduk surga adalah daging, “sementara dari hadits Buraidah secara (marfu’) disebutkan, “sebaik-baiknya lauk di dunia dan akhirat adalah daging”.
Az Zuhri menyatakakambing1n “memakan daging dapat menambah stamina menjadi tujuh kali lipat”. Bahkan Ali Bin Abi Thalib R.A berkata, “Makanlah daging, karena daging dapat membersihkan warna kulit, mengecilkan perut dan memperindah tubuh”.
Ali Bin Abi Thalib R.A juga berkata, “Barangsiapa meninggalkan makan daging selama emput puluh hari, akhlaqnya berubah buruk.”
Abu Hurairah R.A berkata, “Dihidangkan di hadapan Rosulullah semangkuk bubur dan daging, maka beliau mengambil bagian lengan dan bagian itulah yang paling disenangi oleh Nabi”. (HR Muslim)
Abdullah bin Mas’ud berkata “Rasulullah sangat suka pada bagian lengan dan beliau pernah diracuni dengan cara meracuni lengan kambing yang hendak beliau makan. Sahabat berpendapat bahwa orang-orang Yahudilah yang meracuninya.” (HR Abu Dawud)
Faktanya daging kambing memiliki kandungan lemak total, kolesterol, lemak jenuh (saturated fat) yang lebih rendah jika dibandingkan dengan daging lain pada umumnya. Kandungan protein daging kambing hampir sama dengan daging lainnya, akan tetapi daging kambing memiliki karakteristik yang khas dalam hal lemak jenuh dan kolesterol.
Daging kambing memiliki kandungan lemak jenuh yang lebih rendah dan kandungan lemak monosaturated dan polysaturated yang lebih tinggi. Hal ini dapat dilihat apabila setelah daging kambing dimasak akan terlihat lebih banyak cairan lemak yang keluar menetes.
Hasil analisa menunjukkan bahwa daging kambing memiliki lemak 50% lebih rendah dibandingkan dengan daging sapi.
Menurut Ibnu Qoyyim, daging kambing bersifat panas, sehingga dapat mencairkan pembekuan dan memanaskan metabolisme yang dingin, terutama apabila dikonsumsi pada musim dingin.
“Dan kami beri mereka tambahan dengan buah-buahan dan daging dari segala jenis yang mereka ingini” (Ath-Thur : 22)

Sumber : Ustads Pranowo di FB

One thought on “Daging kambing

  1. Dear Imam Ahmadi,
    Jangan menari di atas gendang orang lain.

    Gendang kita bunyinya adalah :

    LEMAK JENUH TAK ADA HUBUNGANYA DENGAN PENYAKIT JANTUNG DAN STROKE.

    Ini adalah hasil studi yang diumumkan bulan Maret 2010 dimuat dalam American Jurnal of Cinical Nutrition. Studi ini mengumpulkan 21 penelitian tentang lemak jenuh. Design studi adalah “follow up”, selama 5-23 tahun terhadap 347,747 subjects . “…..tak ada bukti yang signifikan untuk menyatakan bahwa asupan lemak jenuh ada hubungan dengan penyakit jantung koroner dan stroke ”
    http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20071648

    Studi ini dipimpin oleh Siri Tarino dan Ronald Krauss. Ronald Krauss adalah mantan ketua American Heart Association, adalah organisasi yang pertama kali mengkumandangkan bahwa lemak jenuh itu berhubungan dengan penyakit jantung.

    Negara-negara yang asupan lemak jenuhnya tinggi, malahan kematian karena sakit jantung lebih rendah daripada negara yang asupan lemak jenuhnya rendah.

    http://kesehatan.kompasiana.com/medis/2012/02/25/rendah-lemak-kematian-karena-sakit-jantung-lebih-tinggi-dari-tinggi-lemak-441974.html

    Bukankah gendang mereka sudah rusak tak didukung dengan penelitian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s