Kisi UN 2012

Bagi bapak /ibu guru maupun siswa yang akan mengikuti ujian nasional tahun 2011/2012 dan ingin memiliki kisi-kisi un, Pos UN, Permen ujian  2012 silahkan unduh disini

kisi UN 2012

POS-UN-SMP-SMA-SMK-2012

Permen-No-59-tahun-2011-ttg-UN

Tanya-jawab-UN-20121

Presentasi-SosialiasiUN-2012

 

 

Semoga ada manfaatnya. Amin

Cuka apel

KEGUNAAN CUKA APEL

1. MENURUNKAN KEGEMUKAN ( Obesitas ) Oleh : Cyrill Scott in Apple Cider vinegar

Campurkan 1 sendok makan CA ke dalam 1 gelas air , diminum 3 x sehari sebelum makan. Khusus untuk pagi , hendaknya diminum pagi-pagi sekali sebelum makan.
Hindari makanan yang banyak mengandung garam, perbanyak makan sayur-sayuran dan buah-buahan segar, sering menghirup nafas dalam-dalam, olah raga secara teratur dan seimbang.

2.MENINGKATKAN BERAT BADAN ( Weight Gain ) Refrence : Healing Leterature Journal

Campurkan 2 sendok makan Cuka Apel kedalam 1 gelas air matang , tambahkan 2 sendok makan madu, di minum 3 kali sehari.

3. THERAPY GINJAL DAN KANDUNG KEMIH Refrence : Healing Leterature Journal

Sesuai fungsi Cuka Apel sebagai Eliminative/Pembersih, ginjal dan kandung kemih akan mendapatkan efek Flushing/pembilas bila mengkonsumsi Cuka Apel sebagai teraphy.
Campurkan 2 sendok makan Cuka Apel kedalam 1 gelas air matang dan diminum 6 kali sehari. Akan sangat bermanfaat bila beberapa gelas diminum pada pagi hari.

4. PENCEGAHAN RAMBUT RONTOK Refrence : Healing Leterature Journal

Rambut rontok diakibatkan karena jaringan akar rambut kekurangan potasium atau beberapa mineral lainnya, dengan mengkonsumsi Cuka Apel akan memperbaiki keseimbangan kebutuhan mineral yang dibutuhkan rambut dengan therapy.

Campurkan 1 sendok makan Cuka Apel kedalam 1 gelas air matang, diminum setelah makan atau diantara waktu makan. Atau dapat juga diikuti dengan pencegahan dari luar dengan campurkan 1 sendok makan Cuka Apel kedalam 1 gelas air matang aduk sampai rata, celupkan sisir kedalam larutan tersebut, lalu sisirkan kerambut secara pelan-pelan dan merata , biarkan selama 15 menit kemudian bilas sampai bersih.

5. PENYEMBUHAN AMBIEN ( Hemorrhages )

Refrence : Healing Leterature Journal
Cuka Apel akan membantu membekukan darah secara mudah, penderita ambien yang telah sampai menimbulkan pendarahan , dianjurkan minum 2 sendok makan Cuka Apel yang dicampur dengan 1 gelas air matang , diminum pada waktu makan 3 kali sehari.
Untuk therapy bagian luar, oleskan/kompreskan pada bagian luka ambien dengan kapas yang dibasahi dengan CA 1 sendok makan yang dicampur dengan 1 gelas air matang.

6. PENYEMBUHAN VARISES ( Varicose Veins ) Oleh : Healing Alternative Medicine

Urut bagian yang mengalami varises/sakit dengan Cuka Apel ( tanpa dicampur air ). Cara mengurutnya harus mengarah kebagian jantung. Misalnya bagian yang nyeri ada di lutut, urutlah dari arah bawah/dari pergelangan kaki mengarah ke atas / ke paha. Sangat diajurkan waktu mengurut sebaiknya pagi dan malam hari.

7. MENCEGAH MIGRAIN ( Sakit Kepala Kronis ) Refrence : Apple Cider vinegar Literature by Cyrill Scott

Campurkan 2 sendok makan Cuka Apel kedalam 1 gelas air matang pada setiap makan, ketika migrain sedang menyerang, campurkan cuka apel kedalam air dengan perbandingan 1 : 1 , lalu didihkan campuran tersebut, hirup uapnya sebanyak 75-80 kali.

8. PERAWATAN GIGI DAN PELARUT NICOTIN Refrence : Apple Cider vinegar Literature by Cyrill Scott

Sebagai fungsi membantu metabolisme kalsium dalam tubuh, maka Cuka Apel sangat bagus untuk kesehatan gigi dan pelarut nicotin bagi perokok pada lapisan gigi. Campurkan 1 satu sendok makan CA pada 1 gelas air, gunakan untuk kumur dan gosok gigi. Dianjurkan juga minum 3 x sehari dari campuran 2 sdk mkn CA dengan 1 gelas air.

9. MENGEMBALIKAN TUBUH DARI KELELAHAN KRONIS (Fatigue) Refrence : Food Pharmacy By Jean carper

Campurkan 2 sendok makan Cuka Apel pada 2 sendok makan madu murni, minum sebelum tidur. Buat campuran 4 sendok Cuka Apel kedalam ½ gelas air, usapkan larutan tersebut pada bahu, lengan, dada, perut, punggung dan paha sampai campuran tersebut meresap dalam kulit (jangan dilap dengan kain kering/handuk).
Untuk campuran di Bathup mandi, campurkan 1 botol Cuka Apel dalam air di bathup, kemudian berendamlah sekurang-kurangnya selama 15 menit.

10. PENCEGAHAN SAKIT TENGGOROKAN DAN AMANDEL Refrence : Food Pharmacy by Jean Carper

Campurkan 4 sendok makan CA kedalam 1 gelas air, berkumurlah dengan larutan itu beberapa saat setiap jam kemudian telanlah, jika rasa sakitnya berkurang ulangi berkumur setiap 2 – 3 jam sekali.

11. MINUMAN SEHAT SAAT SANTAI SBG PENGGANTI TEH ATAU KOPI Oleh : Ir. Nurhadi Chemical Eng. Kelion Equatrorial Mining

Tambahkan 2 sendok makan Cuka Apel dan gula/syrup secukupnya pada segelas air, lebih segar bila disajikan dalam keadaan dingin atau tambahkan es batu.

12. MENCEGAH KERACUNAN MAKANAN/ALERGI Oleh : Tiny Lugman Luntong dalam Rahasia Cuka apel sebagai Obat

Siapkan campuran 2 sendok makan Cuka Apel dengan 1 gelas air, minum sebelum makan makanan yang diyakini bisa menimbulkan alergi atau sebagai pencegah kemungkinan terjadi keracunan.

13. MENGURANGI GANGGUAN ASTMA Oleh : Tiny Lugman Luntong dalam Rahasia cuka apel sebagai Obat

Campurkan 1 sendok makan CA pada 1 gelas air, diminum/dihirup sedikit-sedikit selama 1/2 jam. Setelah 1/2 jam berlalu, perlakuan tersebut diulangi lagi sampai bunyi ngik-ngiknya/nafas yang tersengal-sengal menghilang. Jika rasa tersengal masih ada, dapat diminum gelas ke dua dari campuran yang sama dengan cara minum seperti semula. Diikuti dengan menarik nafas dalam-dalam akan sangat membantu penyembuhan tersebut.

14. MENANGGULANGI KEHILANGAN DARAH Refrence : Rubrik Surabaya Pagi Alternative Madicine

Pada saat aliran darah seseorang yang bersifat persistent, tiba-tiba mengeluarkan darah dari hidung (Mimisan) tanpa sebab yang diketahuinya, segera ditanggulangi dengan meminum campuran 2 sendok Cuka Apel dengan air sebanyak 3 kali sehari.
Sedangkan kehilangan darah pada saat buang air besar akibat radang usus besar ( Colitis ) dapat diatasi dengan minum campuran 2 sendok Cuka Apel dan 2 sendok madu murni dengan air 1 gelas air , diminum 3 kali sehari.

15. MENCEGAH GANGGUAN MATA Refrence : Rubrik Surabaya Pagi Altyernative Madicine

Mata Berair pada Usia Lanjut :
Campurkan 4 sendok makan Cuka Apel dengan air 1 gelas, tetesi 2 ml larutan iodium, minum 1 kali sehari pada saat makan selama 2 minggu.
Mata Capek/sakit :
Campurkan 2 sendok makan Cuka Apel dan 2 sendok makan madu murni kedalam 1 gelas air, minum campuran tersebut sebanyak 3 kali sehari.

di kutip dari

http://blogdi.wordpress.com/

Permen 45 dan 46 tentang UN

Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh telah meneken Permendiknas Nomor 45/2010 tentang Kriteria Kelulusan dan Permendiknas Nomor 46/2010 tentang Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) SMP dan SMA.

Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) Utama Tahun Pelajaran 2010/2011

  1. Jenjang sekolah menengah atas/ madrasah aliyah/sekolah menengah kejuruan (SMA/MA/SMK) akan digelar pada 18-21 April 2011.

  2. Jenjang sekolah menengah pertama/madrasah tsanawiyah (SMP/MTs) akan digelar pada 25-28 April 2011.

Downloud  :  Permen 45 th 2010 , Permen 46 th 2010 , kisi-kis un th 2011 , POS-UN-SMP-SMA-SMK-2011-_Balitbang-11-Januari-2011_

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdiknas Mansyur Ramly menyampaikan, UN Susulan SMA/MA/SMK dilaksanakan pada 25-28 April 2011 dan pengumuman kelulusan oleh satuan pendidikan paling lambat 16 Mei 2011. Sementara UN Susulan SMP/MTs pada 3-6 Mei 2011, sedangkan pengumuman UN SMP/MTs oleh satuan pendidikan pada 4 Juni 2011. “UN kompetensi keahlian kejuruan SMK dilaksanakan oleh sekolah paling lambat sebulan sebelum UN dimulai,” katanya.

Mendiknas menyampaikan, sebelum kelulusan diumumkan, sekolah mengirimkan hasil nilai sekolah untuk digabungkan dengan hasil nilai UN ke Kemdiknas. Selanjutnya, setelah digabungkan dengan formula 60 persen UN ditambah dengan 40 persen nilai sekolah,  Nilai Sekolah untuk SMP/MTS adalah  gabungan US dengan rerata nilai semester 1, 2, 3, 4, dan 5 . Sedasng Untuk SMA/MA adalah gabungan US dengan rerata nilai semester 3, 4, dan 5.

Sumber Kependiknas dan BSNP

SKL UN 2011

UJIAN NAASIONAL TAHUN 2011

Ujian Nasional (UN) digelar untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. Hasil UN digunakan sebagai:

  1. Pemetaan mutu program dan/atau satuan pendidikan;
  2. Dasar seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya;
  3. Penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan; dan
  4. Dasar pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan.

Standar Kelulusan Ujian Nasional

  1. Memiliki nilai rata-rata minimal 5,50 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan, dengan nilai minimal 4,00 untuk paling banyak dua mata pelajaran dan minimal 4,25 untuk mata pelajaran lainnya. Khusus untuk SMK, nilai praktik kejuruan minimal 7,00 dan digunakan untuk menghitung rata-rata UN; dan
  2. Pemerintah Kabupaten/Kota dan atau satuan pendidikan dapat menetapkan standar kelulusan UN lebih tinggi dari criteria tersebut sebelum pelaksanaan UN.
  • Yang memerlukan SKL UN 2011 silahkan dowloud skl-un-2011

titrasi denpasar

 Foto ini diambil saat melakukan titrasi asam-basa pada acara temu kerja guru inti kimia region II yang meliputi Kalimantan, NTT, NTB, dan Bali. Team eksekusi titrasi beranggotakan EVI (SMA N 3 Balikpapan); Citra ( SMAN 2 Denpasar), Imam Ahmadi(SMAN 4 Matram)., Asep (SMA N 1 Praya),

Model Pembelajaran

oleh: Akhmad Sudrajat

Dalam proses pembelajaran dikenal beberapa istilah yang memiliki kemiripan makna, sehingga seringkali orang merasa bingung untuk membedakannya. Istilah-istilah tersebut adalah: (1) pendekatan pembelajaran, (2) strategi pembelajaran, (3) metode pembelajaran; (4) teknik pembelajaran; (5) taktik pembelajaran; dan (6) model pembelajaran. Berikut ini akan dipaparkan istilah-istilah tersebut, dengan harapan dapat memberikan kejelasaan tentang penggunaan istilah tersebut.

Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu. Dilihat dari pendekatannya, pembelajaran terdapat dua jenis pendekatan, yaitu: (1) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered approach) dan (2) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach).

Dari pendekatan pembelajaran yang telah ditetapkan selanjutnya diturunkan ke dalam strategi pembelajaran. Newman dan Logan (Abin Syamsuddin Makmun, 2003) mengemukakan empat unsur strategi dari setiap usaha, yaitu :

  1. Mengidentifikasi dan menetapkan spesifikasi dan kualifikasi hasil (out put) dan sasaran (target) yang harus dicapai, dengan mempertimbangkan aspirasi dan selera masyarakat yang memerlukannya.
  2. Mempertimbangkan dan memilih jalan pendekatan utama (basic way) yang paling efektif untuk mencapai sasaran.
  3. Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah (steps) yang akan dtempuh sejak titik awal sampai dengan sasaran.
  4. Mempertimbangkan dan menetapkan tolok ukur (criteria) dan patokan ukuran (standard) untuk mengukur dan menilai taraf keberhasilan (achievement) usaha.

Jika kita terapkan dalam konteks pembelajaran, keempat unsur tersebut adalah:

  1. Menetapkan spesifikasi dan kualifikasi tujuan pembelajaran yakni perubahan profil perilaku dan pribadi peserta didik.
  2. Mempertimbangkan dan memilih sistem pendekatan pembelajaran yang dipandang paling efektif.
  3. Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah atau prosedur, metode dan teknik pembelajaran.
  4. Menetapkan norma-norma dan batas minimum ukuran keberhasilan atau kriteria dan ukuran baku keberhasilan.

Sementara itu, Kemp (Wina Senjaya, 2008) mengemukakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Selanjutnya, dengan mengutip pemikiran J. R David, Wina Senjaya (2008) menyebutkan bahwa dalam strategi pembelajaran terkandung makna perencanaan. Artinya, bahwa strategi pada dasarnya masih bersifat konseptual tentang keputusan-keputusan yang akan diambil dalam suatu pelaksanaan pembelajaran. Dilihat dari strateginya, pembelajaran dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian pula, yaitu: (1) exposition-discovery learning dan (2) group-individual learning (Rowntree dalam Wina Senjaya, 2008). Ditinjau dari cara penyajian dan cara pengolahannya, strategi pembelajaran dapat dibedakan antara strategi pembelajaran induktif dan strategi pembelajaran deduktif.

Strategi pembelajaran sifatnya masih konseptual dan untuk mengimplementasikannya digunakan berbagai metode pembelajaran tertentu. Dengan kata lain, strategi merupakan “a plan of operation achieving something” sedangkan metode adalah “a way in achieving something” (Wina Senjaya (2008). Jadi, metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Terdapat beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran, diantaranya: (1) ceramah; (2) demonstrasi; (3) diskusi; (4) simulasi; (5) laboratorium; (6) pengalaman lapangan; (7) brainstorming; (8) debat, (9) simposium, dan sebagainya.

Selanjutnya metode pembelajaran dijabarkan ke dalam teknik dan gaya pembelajaran. Dengan demikian, teknik pembelajaran dapat diatikan sebagai cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik. Misalkan, penggunaan metode ceramah pada kelas dengan jumlah siswa yang relatif banyak membutuhkan teknik tersendiri, yang tentunya secara teknis akan berbeda dengan penggunaan metode ceramah pada kelas yang jumlah siswanya terbatas. Demikian pula, dengan penggunaan metode diskusi, perlu digunakan teknik yang berbeda pada kelas yang siswanya tergolong aktif dengan kelas yang siswanya tergolong pasif. Dalam hal ini, guru pun dapat berganti-ganti teknik meskipun dalam koridor metode yang sama.

Sementara taktik pembelajaran merupakan gaya seseorang dalam melaksanakan metode atau teknik pembelajaran tertentu yang sifatnya individual. Misalkan, terdapat dua orang sama-sama menggunakan metode ceramah, tetapi mungkin akan sangat berbeda dalam taktik yang digunakannya. Dalam penyajiannya, yang satu cenderung banyak diselingi dengan humor karena memang dia memiliki sense of humor yang tinggi, sementara yang satunya lagi kurang memiliki sense of humor, tetapi lebih banyak menggunakan alat bantu elektronik karena dia memang sangat menguasai bidang itu. Dalam gaya pembelajaran akan tampak keunikan atau kekhasan dari masing-masing guru, sesuai dengan kemampuan, pengalaman dan tipe kepribadian dari guru yang bersangkutan. Dalam taktik ini, pembelajaran akan menjadi sebuah ilmu sekalkigus juga seni (kiat)

Apabila antara pendekatan, strategi, metode, teknik dan bahkan taktik pembelajaran sudah terangkai menjadi satu kesatuan yang utuh maka terbentuklah apa yang disebut dengan model pembelajaran. Jadi, model pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran.

Berkenaan dengan model pembelajaran, Bruce Joyce dan Marsha Weil (Dedi Supriawan dan A. Benyamin Surasega, 1990) mengetengahkan 4 (empat) kelompok model pembelajaran, yaitu: (1) model interaksi sosial; (2) model pengolahan informasi; (3) model personal-humanistik; dan (4) model modifikasi tingkah laku. Kendati demikian, seringkali penggunaan istilah model pembelajaran tersebut diidentikkan dengan strategi pembelajaran.

Untuk lebih jelasnya, posisi hierarkis dari masing-masing istilah tersebut, kiranya dapat divisualisasikan sebagai berikut:

Di luar istilah-istilah tersebut, dalam proses pembelajaran dikenal juga istilah desain pembelajaran. Jika strategi pembelajaran lebih berkenaan dengan pola umum dan prosedur umum aktivitas pembelajaran, sedangkan desain pembelajaran lebih menunjuk kepada cara-cara merencanakan suatu sistem lingkungan belajar tertentu setelah ditetapkan strategi pembelajaran tertentu. Jika dianalogikan dengan pembuatan rumah, strategi membicarakan tentang berbagai kemungkinan tipe atau jenis rumah yang hendak dibangun (rumah joglo, rumah gadang, rumah modern, dan sebagainya), masing-masing akan menampilkan kesan dan pesan yang berbeda dan unik. Sedangkan desain adalah menetapkan cetak biru (blue print) rumah yang akan dibangun beserta bahan-bahan yang diperlukan dan urutan-urutan langkah konstruksinya, maupun kriteria penyelesaiannya, mulai dari tahap awal sampai dengan tahap akhir, setelah ditetapkan tipe rumah yang akan dibangun.

Berdasarkan uraian di atas, bahwa untuk dapat melaksanakan tugasnya secara profesional, seorang guru dituntut dapat memahami dan memliki keterampilan yang memadai dalam mengembangkan berbagai model pembelajaran yang efektif, kreatif dan menyenangkan, sebagaimana diisyaratkan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.

Mencermati upaya reformasi pembelajaran yang sedang dikembangkan di Indonesia, para guru atau calon guru saat ini banyak ditawari dengan aneka pilihan model pembelajaran, yang kadang-kadang untuk kepentingan penelitian (penelitian akademik maupun penelitian tindakan) sangat sulit menermukan sumber-sumber literarturnya. Namun, jika para guru (calon guru) telah dapat memahami konsep atau teori dasar pembelajaran yang merujuk pada proses (beserta konsep dan teori) pembelajaran sebagaimana dikemukakan di atas, maka pada dasarnya guru pun dapat secara kreatif mencobakan dan mengembangkan model pembelajaran tersendiri yang khas, sesuai dengan kondisi nyata di tempat kerja masing-masing, sehingga pada gilirannya akan muncul model-model pembelajaran versi guru yang bersangkutan, yang tentunya semakin memperkaya khazanah model pembelajaran yang telah ada.

Sumber:

Abin Syamsuddin Makmun. 2003. Psikologi Pendidikan. Bandung: Rosda Karya Remaja.

Dedi Supriawan dan A. Benyamin Surasega, 1990. Strategi Belajar Mengajar (Diktat Kuliah). Bandung: FPTK-IKIP Bandung.

Udin S. Winataputra. 2003. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka.

Wina Senjaya. 2008. Strategi Pembelajaran; Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Beda Strategi, Model, Pendekatan, Metode, dan Teknik Pembelajaran

Taksonomi Bloom yang baru

Revisi Taksonomi Bloom atau Revised Bloom Taxonomy

Taksonomi berasal dari bahasa Yunani tassein berarti untuk
mengklasifikasi dan nomos yang berarti aturan. Taksonomi
berarti klasifikasi berhirarkhi dari sesuatu atau prinsip yang mendasari
klasifikasi. Semua hal yang bergerak, benda diam, tempat, dan kejadian-
sampai pada kemampuan berpikir dapat diklasifikasikan menurut beberapa skema taksonomi

Konsep Taksonomi Bloom dikembangkan pada
tahun 1956 oleh Benjamin Bloom, seorang psikolog bidang pendidikan.
Konsep ini mengklasifikasikan tujuan pendidikan dalam tiga ranah, yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik.

Ranah kognitif meliputi fungsi memproses informasi, pengetahuan dan
keahlian mentalitas. Ranah afektif meliputi fungsi yang berkaitan dengansikap dan perasaan. Sedangkan ranah psikomotorik berkaitan dengan fungsi manipulatif dan kemampuan fisik.

Ranah kognitif menggolongkan dan mengurutkan keahlian berpikir yang menggambarkan tujuan yang diharapkan. Proses berpikir mengekspresikan
tahap-tahap kemampuan yang harus siswa kuasai sehingga dapat menunjukan kemampuan mengolah pikirannya sehingga mampu mengaplikasikan teori ke dalam perbuatan. Mengubah teori ke dalam keterampilan terbaiknya sehinggi dapat menghasilkan sesuatu yang baru sebagai produk inovasi pikirannya. Untuk lebih mudah memahami taksonomi bloom, maka dapat dideskripsikan dalam dua pernyataan di bawah ini:

  • Memahami sebuah konsep berarti dapat mengingat informasi atau ilmu mengenai konsep itu.
  • Seseorang tidak akan mampu mengaplikasikan ilmu dan konsep jika tanpa terlebih dahulu memahami isinya

Konsep tersebut mengalami perbaikan seiring dengan perkembangan dan kemajuan jaman serta teknologi. Salah seorang murid Bloom yang bernama Lorin Anderson merevisi taksonomi Bloom pada tahun 1990. Hasil perbaikannya dipublikasikan pada tahun 2001 dengan nama Revisi TaksonomiBloom. Dalam revisi ini ada perubahan kata kunci, pada kategori dari kata benda menjadi kata kerja. Masing-masing kategori masih diurutkan secara hirarkis, dari urutan terendah ke yang lebih tinggi. Pada ranah kognitif kemampuan berpikir analisis dan sintesis diintegrasikan menjadianalisis saja. Dari jumlah enam kategori pada konsep terdahulu tidak berubah jumlahnya karena Lorin memasukan kategori baru yaitu creating yang sebelumnya tidak ada.

Gambar 1. Diagram Taksonomi Bloom

Setiap kategori dalam Revisi Taksonomi Bloom terdiri dari subkategori
yang memiliki kata kunci berupa kata yang berasosiasi dengan kategori
tersebut. Kata-kata kunci itu seperti terurai di bawah ini

  • Mengingat : mengurutkan, menjelaskan,
    mengidentifikasi, menamai, menempatkan, mengulangi , menemukan kembali dsb.
  • Memahami menafsirkan, meringkas,
    mengklasifikasikan, membandingkan, menjelaskan, mebeberkan dsb.
  • Menerapkan : melaksanakan, menggunakan,
    menjalankan, melakukan, mempraktekan, memilih, menyusun, memulai, menyelesaikan, mendeteksi dsb
  • Menganalisis : menguraikan, membandingkan,
    mengorganisir, menyusun ulang, mengubah struktur, mengkerangkakan, menyusun outline, mengintegrasikan, membedakan, menyamakan, membandingkan, mengintegrasikan dsb.
  • Mengevaluasi : menyusun hipotesi, mengkritik,
    memprediksi, menilai, menguji, mebenarkan, menyalahkan, dsb.
  • Berkreasi : merancang, membangun, merencanakan,
    memproduksi, menemukan, membaharui, menyempurnakan, memperkuat, memperindah, menggubah dsb.

Dalam berbagai aspek dan setelah melalui revisi, taksonomi Bloom
tetap menggambarkan suatu proses pembelajaran, cara kita memproses suatuinformasi sehingga dapat dimanfaat dalam kehidupan sehari-hari.
Beberapa prinsip didalamnya adalah :

  • Sebelum kita memahami sebuah konsep maka kita harus mengingatnya terlebih dahulu
  • Sebelum kita menerapkan maka kita harus memahaminya terlebih dahulu
  • Sebelum kita mengevaluasi dampaknya maka kita harus mengukur atau menilai
  • Sebelum kita berkreasi sesuatu maka kita harus mengingat, memahami, mengaplikasikan, menganalisis dan mengevaluasi, serta memperbaharui

Pentahapan berpikir seperti itu bisa jadi mendapat sanggahan dari
sebagian orang. Alasannya, dalam beberapa jenis kegiatan, tidak semua
tahap seperti itu diperlukan. Contohnya dalam menciptakan sesuatu tidak harus melalui penatahapan itu. Hal itu kembali pada kreativitas
individu. Proses pembelajaran dapat dimulai dari tahap mana saja. Namun,model pentahapan itu sebenarnya melekat pada setiap proses pembelajaransecara terintegrasi.

Sebagian orang juga menyanggah pembagian pentahapan berpikir seperti itu karena dalam kenyataannya siswa seharusnya berpikir secara holistik.
Ketika kemampuan itu dipisah-pisah maka siswa dapat kehilangan
kemampuannya untuk menyatukan kembali komponen-komponen yang sudah terpisah. Model penciptaaan suatu produk baru atau menyelesaian suatu proyek tertentu lebih baik dalam memberikan tantangan terpadu yang mendorong siswa untuk berpikir secara kritis

soal ujian 2010

CATATAN SOAL UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2009/2010

Untuk menulis soal yang baik,tentu harus  memperhatikan kaidah-kaidah penulisan soal yang berlaku. Kaidah penulisan soal pilihan ganda meliputi : Materi, Konstruksi , dan Bahasa (Perhatikan buku Perangkat penilaian kurikulum KTSP SMA yang dikeluarkan oleh Depdiknas tahun 2008). Pada Naskah soal ujian tahun pelajaran 2009/2010 yang digunakan di Kota Mataram, kami menemukan beberapa butir soal yang tidak sesuai dengan kaidah penulisan soal. Butir soal tersebut antara lain :

1. Butir soal No. 6 dan 7 baik paket P 28 maupun Paket P 61, butir soal ini tidak sesuai dengan kaidah kontruksi yang menyatakan : Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban harus merupakan pernyataan yang diperlukan saja.

Butir soal No.6  Rumusan pokok soalnya berbunyi  “ Balon hydrogen dapat terbang di angkasa, karena diisi dengan gas hydrogen yang kerapatannya ( massa jenisnya) lebih kecil dari massa jenis udara. Gas hydrogen yang diisikan pada balon tersebut dapat diperoleh dari reaksi antara logam  alumunium  dengan larutan asam sulfat encer, menghasilkan alumunium sulfat dan gas hydrogen. Persamaan reaksi setara yang menggambarkan proses produksi gas hydrogen adalah… “

Esensi pokok soal adalah reaksi antara logam alumunium dengan larutan asam sulfat encer, rumusan pokok soal dapat disederhanakan menjadi : Persamaan reaksi setara,reaksi antara logam  alumunium  dengan larutan asam sulfat encer, menghasilkan alumunium sulfat dan gas hydrogen adalah… “

Butir soal No. 7 Rumusan pokok soal berbunyi: “ Dalam kehidupan sehari-hari, karbit sering digunakan untuk pengelasan logam karena gas yang dihasilkan dari reaksi karbit dengan air mempunyai sifat mudah terbakar, nyala terang dan berkalor tinggi. Reaksi selengkapannya sebagai berikut :  CaC2 (s) +  2 H2O (l) →  Ca(OH)2 (aq) + C2H2 (g)

Nama IUPAC senyawa karbit pada reaksi tersebut diatas adalah…”

Esensi pokok soal adalah nama IUPAC senyawa karbit, rumusan pokok soal dapat disederhanakan menjadi : Nama IUPAC senyawa karbit dengan rumus kimia CaC2 adalah….

2. Butir soal No. 29 Paket 61 yang di paket P 28 No. 30, butir soal ini tidak sesuai dengan kaidah Materi yang menyatakan : Soal harus sesuai dengan Indikator. Butir soal ini bertentangan dengan konsep kimia, pokok soanya adalah proses pelarutan gula, tetapi pertanyaannya konsep laju reaksi yang dipengaruhi oleh luas permukaan.

3. Butir soal no. 40 paket P 61, butir soal ini tidak sesuai dengan kaidah materi. yang menyatakan  : Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar.  Butir soal no 40 ini tidak ada option jawaban yang benar.

Teori Behavoristik

OH ….! UJIAN NASIONAL

Menurut teori beavioristik , belajar merupakan transmisi pengetahuan dari expert ke novice. Berdasarkan konsep ini, pesan guru adalah menyediakan dan menuangkan informasi sebanyak-banyaknya kepada siswa. Guru mempersepsi diri berhasil dalam pekerjaannya apabila dia dapat menuangkan pengetahuan sebanyak-banyaknya ke kepala siswa dan siswa dipersepsi berhasil apabila mereka tunduk menerima pengetahuan yang dituangkan oleh guru kepada mereka. Praktik pendidikan yang berorientasi pada persepsi itu adalah bersifat induktrinasi. Walaupun teori ini bertentangan dengan teori konstruktivisme, yang menekankan pebelajar(siswa) mengkontruksi sendiri pengetahuannya sebagai hasil interaksi nya terhadap lingkungan belajar, akan tetapi teori behavioristik agaknya lebih manjur diterapkan kepada siswa  kelas XII tiga bulan terakhir untuk menghadapi ujian nasional. Dapat dipercaya (walaupun tanpa data penelitian) beberapa guru SMA  yang mengajar kelas XII , tiga bulan terakhir akan melakukan drill soal-soal latihan untuk menghadapai ujian nasional saja, walaupun tidak sedikit guru yang masih memperhatikan bagaimana seharusnya mengajar yang benar. Agar guru tidak terjebak pada pragmatisme, Ujian Nasional tetap dilaksanakan akan tetapi kelulusan di serahkan ke Satuan Pendidikan yang bersangkutan.

Dokumen Word Rusak

Saat bekerja dengan Microsoft Word mungkin Anda pernah mengalami hal ini. Dokumen yang ingin Anda akses tiba-tiba rusak dan tak bisa dibuka. Dengan kondisi begini pasti Anda akan panik. Apalagi jika file tersebut adalah file penting, dan tidak ada file back up-nya.

Jangan berkecil hati dahulu! File yang rusak tersebut mungkin saja masih dapat diperbaiki dan diperbaiki dengan Text Recovery Converter. Caranya menggunakannya sebagai berikut:
1. Buka program Microsoft Word, lalu klik [File] > [Open].
2. Pilih file dokumen yang rusak tersebut.
3. Klik panah kecil yang ada di sisi kanan tombol [Open].
4. Pada menu drop down yang terbuka, pilih [Open and Repair].
5. File Anda yang rusak akan terbuka kembali. Tapi perlu diketahui, tingkat keberhasilan perbaikan ini tergantung dari seberapa besar kerusakan file Anda.

sumber: PCplus

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.